Logika matematika adalah cabang logika dan matematika yang mengandung kajian logika matematis dan aplikasi kajian ini pada bidang-bidang lain di luar matematika. Logika matematika berhubungan erat dengan ilmu komputer dan logika filosofis. Tema utama dalam logika matematika antara lain adalah kekuatan ekspresif dari logika formal dan kekuatan deduktif dari sistem pembuktian formal. Logika matematika sering dibagi ke dalam cabang-cabang dari teori himpunan, teori model, teori rekursi, teori pembuktian, serta matematika konstruktif. Bidang-bidang ini memiliki hasil dasar logika yang serupa.
Pernyataan atau kalimat
1. Pernyataan terbuka (kalimat terbuka)
(c) Pernyataan Benar
Modus Ponens
p → q
p
________
∴ q
Jika Budi rajin berolahraga maka badannya sehat.
p q
Budi rajin berolahraga
p
Kesimpulan adalah q : Badan Budi sehat
Tentukan kesimpulan dari :Premis 1 : Jika hari cerah maka Budi bermain bola.Premis 2 : Budi tidak bermain bola.
Pernyataan terbuka atau kalimat terbuka adalah suatu pernyataan yang belum dapat ditentukan nilai kebenarannya karena adanya suatu perubah atau variabel.
Contoh logika matematika:
Saat
, maka
bernilai salah
Saat
, maka
bernilai benar
Saat
2. Pernyataan tertutup (kalimat tertutup)
Pernyataan tertutup atau kalimat tertutup adalah suatu pernyataan yang sudah memiliki nilai benar atau salah.
Contoh:
“5 adalah bilangan genap”, kalimat tersebut bernilai salah karena yang benar adalah “5 adalah bilangan ganjil”.
“5 adalah bilangan genap”, kalimat tersebut bernilai salah karena yang benar adalah “5 adalah bilangan ganjil”.
Ingkaran atau Negasi dari suatu Pernyataan
Ingkaran atau negasi adalah kebalikan nilai dari suatu pernyataan, dimana ketika suatu pernyataan bernilai benar, maka negasinya bernilai salah dan saat suatu pernyataan bernilai salah, negasinya bernilai benar. Ingkaran atau negasi dari pernyataan
dilambangkan dengan
.
kebenaran ingkaran:

*B = pernyataan bernilai benar
*S = pernyataan bernilai salah
Artinya, jika suatu pertanyaan (p) benar, maka ingkaran (q) akan bernilai salah. Begitu pula sebaliknya. Berikut adalah contoh dalam matematika:
- p: Besi memuai jika dipanaskan (pernyataan bernilai benar)
- ~p: Besi tidak memuai jika dipanaskan (pernyataan bernilai salah).
Contoh lain:
- p: Semua unggas adalah burung.
- ~p: Ada unggas yang bukan burung.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali menemui orang menggunakan pernyataan negasi atas pernyataan orang lain… yang berujung pada pertengkaran.
Pernyataan Majemuk, Bentuk Ekuivalen dan Ingkarannya
Dalam logika matematika, beberapa pernyataan dapat dibentuk menjadi satu pernyataan dengan menggunakan kata penghubung logika seperti dan, atau, maka dan jika dan hanya jika. Pernyataan gabungan tersebut disebut dengan pernyataan majemuk.
Dalam logika matematika, kata hubung tersebur masing-masing memiliki lambang dan istilah sendiri.

konjungsi (^)
Konjungsi adalah pernyataan majemuk dengan kata hubung “dan”. Sehingga, notasi “p^q” dibaca “p dan q”.
Tabel nilai kebenaran konjungsi):

bahwa konjungsi hanya akan benar jika kedua pernyataan (p dan q) benar.
Contoh:
- p: 3 adalah bilangan prima (pernyataan bernilai benar)
- q: 3 adalah bilangan ganjil (pernyataan bernilai benar)
- p^q: 3 adalah bilangan prima dan ganjil (pernyataan bernilai benar)
Disjungsi (V)
Disjungsi adalah pernyataan majemuk dengan kata hubung “atau”. Sehingga notasi “pVq” dibaca “p atau q”.
Tabel nilai kebenaran disjungsi:

Jika kita lihat pada tabel kebenaran, disjungsi hanya salah jika kedua pernyataan (p dan q) salah.
Contoh:
- p: Paus adalah mamalia (pernyataan bernilai benar)
- q: Paus adalah herbivora (pernyataan bernilai salah)
- pVq: Paus adalah mamalia atau herbivora (pernyataan bernilai benar)
Implikasi (->)
Implikasi adalah pernyataan majemuk dengan kata hubung “jika… maka…” Sehingga notasi dari “p->q” dibaca “Jika p, maka q”.
Tabel nilai kebenaran implikasi:

bahwa implikasi hanya bernilai salah jika anteseden (p) benar, dan konsekuen (q) salah.
Contoh:
- p: Andi belajar dengan aplikasi ruangguru. (pernyataan bernilai benar)
- q: Andi dapat belajar di mana saja. (pernyataan bernilai benar)
- p->q: Jika Andi belajar dengan aplikasi ruangguru, maka Andi dapat belajar di mana saja (pernyataan bernilai benar)
Biimplikasi (<->)
Biimplikasi adalah pernyataan majemuk dengan kata hubung “… jika dan hanya jika”. Sehingga, notasi dari “p<-> q” akan dibaca “p jika dan hanya jika q”.
Tabel nilai kebenaran Biimplikasi:

bahwa biimplikasi akan bernilai benar jika sebab dan akibatnya (pernyataan p dan q) bernilai sama. Baik itu sama-sama benar, atau sama-sama salah.
Contoh:
- p: 30 x 2 = 60 (pernyataan bernilai benar)
- q: 60 adalah bilangan ganjil (pernyataan bernilai salah)
- p<->q: 30 x 2 = 60 jika dan hanya jika 60 adalah bilangan ganjil (pernyataan bernilai salah).
Bentuk Ekuivalen Pernyataan Majemuk
Pernyataan majemuk yang memiliki nilai sama untuk semau kemungkinannya dikatakan ekuivalen. Notasi ekuivalen dalam logika matematika adalah “
“.
Bentuk-bentuk pernyataan yang saling ekuivalen adalah:

Ingkaran Pernyataan Majemuk
Ingkaran Konjungsi: 
Ingkaran Disjungsi: 
Ingkaran Implikasi: 
Ingkaran Biimplikasi: 
Konvers, Invers dan Kontraposisi
Konvers adalah balikan dari pernyataan implikasi.
Invers adalah negasi dari pernyataan implikasi.
Kontraposisi adalah balikan dan negasi dari pernyataan implikasi.
Dari implikasi p → q (dibaca : jika p maka q) dapat dibuat pernyataan :
- Konvers = q → p
- Invers = ~p → ~q
- Kontraposisi = ~q → ~p
Nilai kebenaran Konvers, Invers dan Kontraposisi dari Implikasi:
| p | q | Implikasi | Konvers | Invers | Kontraposisi |
| p=>q | q=>p | ~p=>~q | ~q=>~p | ||
| B | B | B | B | B | B |
| B | S | S | B | B | S |
| S | B | B | S | S | B |
| S | S | B | B | B | B |
Dari tabel diatas diketahui Implikasi ekuvalen dengan kontra posisi atau biasa ditulis dengan
p=>q≡ ~q=>~p
Contoh:
- Implikasi: Jika hati tenang maka kita senang.
- Konvers: Jika kita senang maka hati tenang.
- Invers: jika hati tidak tenang maka kita tidak senang
- Kontraposisi: Jika kita tidak senang maka hati tidak tenang.
Contoh :
Jika Messi diturunkan, maka Barcelona menang.
Buatlah kalimat di atas menjadi pernyataan konvers, invers, dan kontraposisi.
Jawab :
p → q : Jika Messi diturunkan, maka Barcelona menang.
- Konvers = Jika Barcelona menang, maka Messi diturunkan.
- Invers = Jika Messi tidak diturunkan, maka Barcelona tidak menang.
- Kontraposisi = Jika Barcelona tidak menang, maka Messi tidak diturunkan.
Konvers, invers dan kontraposisi adalah bentuk lain dari implikasi, dimana:
Konvers dari
adalah 
Invers dari
adalah 
Kontraposisi dari
adalah 
Perhatikan pernyataan berikut:
"Jika cuaca mendung maka Charli membawa payung"
Tentukan konvers, invers dan kontraposisi dari pernyataan di atas!
Pembahasan
Dari implikasi p → q
p : Cuaca mendung
q : Charli membawa payung
Konversnya adalah q → p
yaitu "Jika Charli membawa payung maka cuaca mendung"
Inversnya adalah ~p → ~q
yaitu "Jika cuaca tidak mendung maka Charli tidak membawa payung"
Kontraposisinya adalah ~q → ~p
yaitu "Jika Charli tidak membawa payung maka cuaca tidak mendung"
"Jika cuaca mendung maka Charli membawa payung"
Tentukan konvers, invers dan kontraposisi dari pernyataan di atas!
Pembahasan
Dari implikasi p → q
p : Cuaca mendung
q : Charli membawa payung
Konversnya adalah q → p
yaitu "Jika Charli membawa payung maka cuaca mendung"
Inversnya adalah ~p → ~q
yaitu "Jika cuaca tidak mendung maka Charli tidak membawa payung"
Kontraposisinya adalah ~q → ~p
yaitu "Jika Charli tidak membawa payung maka cuaca tidak mendung"
Pernyataan Berkuantor dan Ingkarannya
Pernyataan Berkuantor
(1) Kuantor universal
Simbol :
∀x ϵ S , P(x)
Dibaca :Untuk setiap x anggota S berlaku P(x)
(2) Kuantor Eksitensial
Simbol :
Ǝx ϵ S , P(x)
Dibaca :terdapat x anggota S berlaku P(x)
contoh soal :
01. Tentukanlah nilai kebenaran untuk setiap pernyataan berkuantor berikut ini :
(a) Untuk setiap x bilangan positip berlaku 2x – 6 adalah bilangan positip
(b) Untuk setiap x bilangan prima berlaku x + 1 adalah bilangan genap
(c) Setiap segitiga sama sisi adalah segitiga sama kaki
(d) Terdapat x dan y bilangan bulat sehingga berlaku x + y habis dibagi 3
(e) Semua ikan di laut bernapas dengan insang
(f) Ada balok yang bersisi delapan
Jawab :
(a) Pernyataan salah
Karena kalau x = 1 maka tidak memenuhi 2x – 6 bilangan positip
(b) Pernyataan salah
Karena kalau x = 2 maka tidak memenuhi x + 1 bilangan genap
Simbol :
∀x ϵ S , P(x)
Dibaca :Untuk setiap x anggota S berlaku P(x)
(2) Kuantor Eksitensial
Simbol :
Ǝx ϵ S , P(x)
Dibaca :terdapat x anggota S berlaku P(x)
contoh soal :
01. Tentukanlah nilai kebenaran untuk setiap pernyataan berkuantor berikut ini :
(a) Untuk setiap x bilangan positip berlaku 2x – 6 adalah bilangan positip
(b) Untuk setiap x bilangan prima berlaku x + 1 adalah bilangan genap
(c) Setiap segitiga sama sisi adalah segitiga sama kaki
(d) Terdapat x dan y bilangan bulat sehingga berlaku x + y habis dibagi 3
(e) Semua ikan di laut bernapas dengan insang
(f) Ada balok yang bersisi delapan
Jawab :
(a) Pernyataan salah
Karena kalau x = 1 maka tidak memenuhi 2x – 6 bilangan positip
(b) Pernyataan salah
Karena kalau x = 2 maka tidak memenuhi x + 1 bilangan genap
(c) Pernyataan Benar
Karena pada segitiga sama sisi pasti terdapat dua sisi yang sama panjang
(d) Pernyataan Benar
Karena jika x = 5 dan y = 7, maka x + y habis dibagi 3
(e) Pernyataan Salah
Karena ada ikan yang bernapas dengan paru-paru, yakni ikan paus
(f) Pernyataan Salah
Karena semua balok bersisi enam.
Negasi dari pernyataan berkuantor
Kuantor universal : ∀x ϵ S P(x) negasinya Ǝx ϵ S , –P(x)
Dalam bentuk kalimat, ditulis :
Untuk sembarang x anggota S berlaku P(x) negasinya : terdapat x anggota S sehingga berlaku tidak benar bahwa P(x)
Kuantor eksistensial : Ǝx ϵ S P(x) negasinya ∀x ϵ S , –P(x)
Dalam bentuk kalimat, ditulis :
terdapat x anggota S sehingga berlaku P(x) negasinya : Untuk sembarang x anggota S berlaku tidak benar bahwa P(x)
contoh soal :
02. Tentukanlah negasi dari setiap pernyataan berkuantor berikut ini :
(a) Semua bola bentuknya bulat
(b) Semua bilangan prima tidak habis dibagi 4
(c) Ada siswa SMAN 2 Bengkulu yang tidak lulus ujian nasional
(d) Ada hewan berkaki empat yang berkembang biak dengan bertelur
Jawab :
(a) Semua bola bentuknya bulat
Negasinya : Ada bola yang bentuknya tidak bulat
(b) Semua bilangan prima tidak habis dibagi 4
Negasinya : Ada bilangan prima yang habis dibagi 4
(c) Ada siswa SMAN 2 Bengkulu yang tidak lulus ujian nasional
Negasinya : Semua siswa SMAN 2 Bengkulu lulus ujian nasional
(d) Beberapa hewan berkaki empat berkembang biak dengan bertelur
Negasinya : Semua hewan berkaki empat tidak berkembang biak dengan bertelur
Kuantor universal : ∀x ϵ S P(x) negasinya Ǝx ϵ S , –P(x)
Dalam bentuk kalimat, ditulis :
Untuk sembarang x anggota S berlaku P(x) negasinya : terdapat x anggota S sehingga berlaku tidak benar bahwa P(x)
Kuantor eksistensial : Ǝx ϵ S P(x) negasinya ∀x ϵ S , –P(x)
Dalam bentuk kalimat, ditulis :
terdapat x anggota S sehingga berlaku P(x) negasinya : Untuk sembarang x anggota S berlaku tidak benar bahwa P(x)
contoh soal :
02. Tentukanlah negasi dari setiap pernyataan berkuantor berikut ini :
(a) Semua bola bentuknya bulat
(b) Semua bilangan prima tidak habis dibagi 4
(c) Ada siswa SMAN 2 Bengkulu yang tidak lulus ujian nasional
(d) Ada hewan berkaki empat yang berkembang biak dengan bertelur
Jawab :
(a) Semua bola bentuknya bulat
Negasinya : Ada bola yang bentuknya tidak bulat
(b) Semua bilangan prima tidak habis dibagi 4
Negasinya : Ada bilangan prima yang habis dibagi 4
(c) Ada siswa SMAN 2 Bengkulu yang tidak lulus ujian nasional
Negasinya : Semua siswa SMAN 2 Bengkulu lulus ujian nasional
(d) Beberapa hewan berkaki empat berkembang biak dengan bertelur
Negasinya : Semua hewan berkaki empat tidak berkembang biak dengan bertelur
Penarikan Kesimpulan (Logika Matematika)
Penarikan kesimpulan adalah konklusi dari beberapa pernyataan majemuk (premis) yang saling terkait. Dalam penarikan kesimpulan terdiri dari beberapa cara, yaitu:

Contoh soal :
Premis 1 : Jika Budi rajin berolahraga maka badannya sehat.
Premis 2 : Budi rajin berolahraga.
Pembahasan :
Premis 2 : Budi rajin berolahraga.
Pembahasan :
Modus Ponens
p → q
p
________
∴ q
Jika Budi rajin berolahraga maka badannya sehat.
p q
Budi rajin berolahraga
p
Kesimpulan adalah q : Badan Budi sehat
Contoh soal :
Tentukan kesimpulan dari :Premis 1 : Jika hari cerah maka Budi bermain bola.Premis 2 : Budi tidak bermain bola.
Pembahasanp : Hari cerahq : Budi bermain bola
Penarikan kesimpulan dengan prinsip Modus Tollensp → q~q_______∴ ~p
Sehingga kesimpulannya adalah " Hari tidak cerah "
Contoh Soal Logika Matematika:
Soal 1
Premis 1 : Jika Andi rajin belajar, maka Andi juara kelas
Premis 2 : Andi rajin belajar
Kesimpulan dari kedua premis diatas adalah ….
Premis 1 : Jika Andi rajin belajar, maka Andi juara kelas
Premis 2 : Andi rajin belajar
Kesimpulan dari kedua premis diatas adalah ….
Jawab:
Premis 1 :
Premis 2 : p
Kesimpulan : q (modus ponens)
Jadi kesimpulannya adalah Andi juara kelas.
Premis 1 :
Premis 2 : p
Kesimpulan : q (modus ponens)
Jadi kesimpulannya adalah Andi juara kelas.
Soal 2
Premis 1 : Jika hari hujan, maka sekolah libur
Premis 2 : sekolah tidak libur
Kesimpulan dari kedua premis diatas adalah ….
Premis 1 : Jika hari hujan, maka sekolah libur
Premis 2 : sekolah tidak libur
Kesimpulan dari kedua premis diatas adalah ….
Jawab:
Premis 1 :
Premis 2 :
Kesimpulan : (modus tollens)
Jadi kesimpulannya adalah hari tidak hujan.
Premis 1 :
Premis 2 :
Kesimpulan : (modus tollens)
Jadi kesimpulannya adalah hari tidak hujan.
Soal 3
Premis 1 : Jika Ani nakal, maka Ibu marah
Premis 2 : Jika Ibu marah, maka Ani tidak dapat uang saku
Kesimpulan dari kedua premis diatas adalah …
Premis 1 : Jika Ani nakal, maka Ibu marah
Premis 2 : Jika Ibu marah, maka Ani tidak dapat uang saku
Kesimpulan dari kedua premis diatas adalah …
Jawab:
Premis 1 :
Premis 2 :
Kesimpulan :
(silogisme)
Jadi kesimpulannya adalah Jika Ani nakal, maka Ani tidak dapat uang saku.
Premis 1 :
Premis 2 :
Kesimpulan :
Jadi kesimpulannya adalah Jika Ani nakal, maka Ani tidak dapat uang saku.
Soal 4
Tentukanlah negasi dari pernyataan-pernyataan
berikut ini.
adversitemens
a. Kemarin Jogja hujan.
b. Mita anak pintar.
c. Penyu memiliki sayap.
d. Guru SMA N 2 menggunakan batik pada hari
Jum’at.
Penyelesaian :
Negasi merupakan ingkaran dari sebuah
pernyataan atau hal yang bertolak belakang dengan pernyataan tersebut. maka
negasi dari pernyataan-pernyataan diatas yaitu :
a. Tidak benar bahwa kemarin Jogja hujan.
b. Tidak benar bahwa Mita anak pintar.
c. Tidak benar bahwa penyu memiliki sayap.
d. Tidak benar bahwa guru SMA N 2 menggunakan
batik pada hari Jum’at.
Atau dapat juga diubah menjadi seperti
berikut ini :
a. Kemarin Jogja tidak hujan.
b. Mita bukan anak pintar.
c. Penyu tidak memiliki sayap.
d. Guru SMA N 2 tidak menggunakan batik pada
hari Jum’at.
Soal 5
Tentukanlah negasi dari pernyataan-pernyataan
berikut ini.
a. p = Semua pegawai menggunakan seragam
abu-abu pada hari Kamis.
b. p = Semua murid melaksanaan ulangan
semester hari ini.
c. p = Semua jenis ikan bernafas menggunakan
insang.
Penyelesaian :
Dalam negasi, kata-kata semua/setiap diganti
dengan beberapa/ada. Sehingga pernyataan diatas menjadi :
a. ∼p = Ada pegawai yang tidak menggunakan
seragam abu-abu pada hari Kamis.
b. ∼p = Beberapa murid ada yang tidak
melaksanakan ulangan semester hari ini.
c. ∼p = Beberapa jenis ikan tidak bernafas
menggunakan insang.
Soal 6
Ubahlah pasangan pernyataan dibawah ini
menjadi pernyataan majemuk dengan operasi dan.
a. p = Hari ini Jakarta cerah.
q = Hari ini Jakarta
udaranya sejuk.
b. p = Bagas mengenakan baju abu-abu.
q = Bagas mengenakan topi
merah.
c. p = Rezky pintar dalam pelajaran
matematika.
q = Rezky pintar dalam
pelajaran bahasa inggris.
Penyelesaian :
a. p∧q = Hari ini Jakarta cerah dan udaranya
sejuk.
b. p∧q = Bagas mengenakan baju abu-abu dan topi
merah.
c. p∧q = Rezky pintar dalam pelajaran matematika
dan bahasa inggris.
Soal 7
Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut ini
:
p = Hari ini Putra pergi ke toko buku.
q = Hari ini Putra pergi ke supermarket.
tentukanlah :
a. p∧q
b. p∧∼q
c. ∼p∧d
d. ∼p∧∼q
Penyelesaian :
a. Hari ini Putra pergi ke toko buku dan
supermarket.
b. Hari ini Putra pergi ke toko buku dan
tidak ke supermarket.
c. Hari ini Putra tidak pergi ke toko buku
tetapi ke supermarket.
d. Hari ini Putra tidak pergi ke toko buku
dan tidak ke supermarket.
Soal 8
Gabungankanlah beberapa pasangan pernyataan
dibawah ini menggunakan operasi disjungsi (atau).
a. p : Ibu belanja ke pasar.
q : Ibu memasak nasi.
b. p : Pak Dodi mengajar Matematika.
q : Pak Dodi mengajar
Fisika.
Penyelesaian :
a. p∨q : Ibu belanja ke pasar atau memasak nasi.
b. p∨q : Pak Dodi mengajar Matematika atau Fisika.
Soal 9
Tentukanlah konvers, invers serta
kontraposisi dari pernyataan dibawah ini.
Jika hari ini hujan maka bagus mengendarai
mobil.
Penyelesaian :
Pernyataan diatas merupakan implikasi p→q,
sehingga :
p : hari ini hujan
q : Bagus mengendarai mobil
konvers dari pernyataan tersebut yaitu q→p :
jika Bagus mengendarai mobil maka hari ini hujan.
Invers dari pernyataan tersebut yaitu ∼p → ∼q : Jika hari ini tidak hujan maka Bagus
tidak mengendarai mobil.
kontraposisi dari pernyataan tersebut
yaitu ∼q → ∼p : Jika Bagus tidak mengendarai mobil maka
hari ini tidak hujan.
Soal 10
Tentukanlah kesimpulan dari premis berikut
ini.
premis 1 : Jika Pandu rajin belajar maka
lulus ujian.
premis 2 : Jika Pandu lulus ujian maka masuk
universitas.
Penyelesaian :
Mari kita gunakan prinsip silogisme
p→q
q→r
_____
∴ p→r
Sehingga kesimpulannya yaitu jika Pandu rajin
belajar maka ia masuk universitas.
Soal 11
Tentukanlah kesimpulan dari dua buah premis
berikut ini.
premis 1 : jika harga BBM turun maka harga
bawang putih turun.
premis 2 : harga bawang putih tidak turun.
Penyelesaian :
p : harga BBM turun
q : harga bawang putih turun
kita simpulkan dengan menggunakan modus
tollens
p→q
∼q
____
∴ ∼p
sehingga
kesimpulan dari premis diatas yaitu harga BBM tidak naik.
TERIMA KASIH~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar