NABILLAH ANJUNI (23)
Materi Program Linear – Pengertian, Rumus, Contoh Soal
Program linear ialah suatu
program yang digunakan sebagai metode yang umumnya digunakan untuk memecahkan
suatu masalah seperti pengalokasian sumber daya dengan tujuan akhir yaitu
menentukan nilai minimum atau maksimum.
Pengertian Program Linear
Program linear merupakan suatu program yang digunakan
sebagai metode penentuan nilai optimum dari suatu persoalan linear. Nilai
optimum (maksimal atau minimum) dapat diperoleh dari nilai dalam suatu himpunan
penyelesaiaan persoalan linear.
Di dalam persoalan linear tersebut terdapat
fungsi linear yang bisa disebut sebagai fungsi objektif. Persyaratan, batasan,
dan kendala dalam persoalan linear adalah merupakan sistem pertidaksamaan
linear.
Perhatikan tabel persoalan maksimum dan
minimum dibawah berikut:
Model Matematika Program Linear
Persoalan dalam program linear yang masih
dinyatakan dalam kalimat-kalimat pernyataan umum, kemudian diubah kedalam
sebuah model matematika.
Model matematika adalah pernyataan yang
menggunakan peubah dan notasi matematika.
Sebagai gambaran:
Sebuah produsen sepatu membuat 2 model
sepatu menggunakan 2 bahan yang berbeda. Komposisi model yang pertama terdiri
dari 200 gr bahan pertama dan bahan kedua 150 gr. Sedangkan komposisi model
kedua tersebut terdiri dari 180 gr bahan pertama dan 170 gr bahan kedua.
Persediaan di gudang bahan pertama 76 kg dan persediaan digudang untuk bahan
kedua 64 kg. Harga model pertama ialah Rp. 500.000,00 dan untuk model kedua
harganya Rp. 400.000,00.
Apabila disimpulkan atau disederhanakan ke
dalam bentuk tabel akan menjadi sebagai berikut:
Dengan peubah dari jumlah optimal model 1
ialah x dan model 2 ialah y, serta hasil penjualan optimal ialah f(x, y) =
500.000x + 400.000y. Dengan beberapa syarat:
- Apabila jumlah
maksimal bahan 1 yaitu 72.000 gr, maka 200x + 150y ≤ 72.000.
- Apabila jumlah
maksimal bahan 2 yaitu 64.000 gr, maka 180x + 170y ≤ 64.000
- Masing-masing dari
setiap model harus terbuat.
Model matematika untuk mendapatkan jumlah
penjualan yang maksimum yaitu:
Nilai Optimum Fungsi Objektif
Fungsi objektif yaitu fungsi linear dan
batasan-batasan pertidaksamaan linear yang memiliki sebuah himpunan
penyelesaian. Himpunan penyelesaian yang ada ialah berupa titik-titik dalam
diagram cartesius yang apabila koordinatnya disubstitusikan kedalam fungsi
linear maka dapat memenuhi persyaratan yang ditentukan.
Nilai optimum fungsi objektif dari suatu
persoalan linear bisa ditentukan dengan menggunakan metode grafik. Dengan
melihat grafik dari fungsi objektif dan batasan-batasannya, maka kita bisa
tentukan letak titik yang menjadi nilai optimum.
Langkah-langkahnya yaitu sebagai berikut :
- Menggambar himpunan
penyelesaian dari semua batasan syarat yang ada pada cartesius.
- Menentukan
titik-titik ekstrim yang merupakan perpotongan pada garis batasan dengan
garis batasan yang lainnya. Titik-titik ekstrim tersebut adalah himpunan
penyelesaian dari batasannya dan memiliki suatu kemungkinaan besar akan
membuat fungsi menjadi optimum.
- Meneliti nilai
optimum fungsi objektif dengan dua acara, yaitu :
- Menggunakan garis
selidik, dan
- Membandingkan
nilai fungsi objektif pada tiap titik ekstrim.
1. Menggunakan Garis
Selidik
Garis selidik dapat diperoleh dari fungsi
objektif f(x, y) = ax + by yang mana garis selidiknya ialah:
ax + by = Z
Nilai Z diberikan sembarang nilai.
Garis ini dibuat setelah grafik himpunan
penyelesaian pertidaksamaannya juga dibuat.
Garis
selidik awal dibuat di area himpunan penyelesaian awal. Lalu kemudian dibuat
garis-garis yang sejajar dengan garis selidik awal.
Berikut
adalah pedoman untuk mempermudah penyelidikian nilai fungsi optimum:
Cara 1
(syarat a > 0), yaitu:
- Apabila
maksimum, maka dibuat garis yang sejajar garis selidik awal sehingga
membuat himpunan penyelesaian berada di kiri garis tersebut. Titik yang
dilalui garis tersebut ialah titik maksimum.
Apabila
minimum, maka dibuatlah garis yang sejajar garis selidik awal sehingga akan
membuat suatu himpunan penyelesaian berada di kanan garis tersebut.
Titik yang
dilalui garis tersebut ialah titik minimum.
Perhatikan
grafik dibawah:
Cara ke- 2
(syarat b > 0), yaitu:
- Apabila
maksimum: maka dibuat garis yang sejajar garis selidik awal sehingga
membuat himpunan penyelesaian berada di bawah garis tersebut. Titik yang
dilalui garis tersebut ialah titik maksimum.
- Apabila
minimum: maka dibuat garis yang sejajar garis selidik awal sehingga
membuat himpunan penyelesaian berada di atas garis tersebut. Titik yang
dilalui garis tersebut ialah titik minimum.
·
·
Bagi nilai a < 0 dan b < 0 maka berlaku
sebuah kebalikan dari kedua cara yang dijelaskan di atas.
·
2.
Membandingkan Nilai Fungsi Tiap Titik Ekstrim
·
Menyelidiki nilai optimum dari fungsi
objektif juga dapat dilaksanakan dengan terlebih dahulu menentukan titik-titik
potong dari suatu garis-garis batas yang ada. Titik-titik potong tersebut
merupakan nilai ekstrim yang berpotensi memiliki nilai maksimum pada salah satu
titiknya.
·
Berdasarkan titik-titik tersebut, maka dapat
ditentukan nilai masing-masing fungsinya, yakni kemudian dibandingkan.
·
Nilai terbesar merupakan nilai maksimum dan
nilai terkecil adalah merupakan nilai minimum.
·
Contoh
Soal Program Linear dan Pembahasan
·
Contoh
Soal 1:
·
Tentukanlah sebuah nilai minimum dari: f(x,
y) = 9x + y pada daerah yang telah dibatasi oleh 2 ≤ x ≤ 6, dan 0 ≤
y ≤ 8 serta x + y ≤ 7.
Pembahasan 1:
- Langkah 1 yaitu
menggambar grafiknya terlebih dahulu:
- Langkah ke-2
menentukan titik-titik ekstrimnya:
Maka berdasarkan gambar diatas, ada 4 titik
ekstrim, yaitu: A, B, C, D dan himpunan penyelesaiannya ada di area yang telah
diarsir.
- Langkah yang ke-3,
yaitu menyelidiki nilai optimum:
Berdasarkan grafik diatas dapat diketahui
titik A dan B mempunyai nilai y = 0, sehingga kemungkinan menjadi nilai
minimum.
Kedua titik disubstitusikan kedalam f(x, y) =
9x + y untuk dibandingkan.
Dengan membandingkan tersebut,maka bisa
disimpulkan bahwa titik A memiliki nilai minimum 18.
Contoh Soal 2:
Tentukanlah dimana nilai maksimum fungsi f(x,
y) = 4x + 5y yang akan dicapai pada pada grafik ini!
Pembahasan 2:
Titik ekstrim pada gambar ialah:
- A tidak mungkin
maksimum karena titik A paling kiri.
- B(3, 6)
- C(8, 2)
- D(8, 0)
Nilai tiap titik ekstrim ialah:
Sehingga dapat diketahui hasilnya bahwa nilai
maksimumnya berada pada titik yang melalui garis BC dengan nilai maksimum 42.
Contoh Soal 3
Pedagang buah memiliki modal Rp. 1.000.000,00 untuk
membeli apel dan pisang untuk dijual kembali. Harga beli tiap kg apel Rp
4000,00 dan pisang Rp 1.600,00. Tempatnya hanya bisa menampung 400 kg buah.
Tentukan jumlah apel dan pisang agar kapasitas maksimum.
Pembahasan 3:
Diketahui:
Dengan syarat:
§ Kapasitas tempat: x + y ≤ 400
§ Modal: 4.000x + 1.600y ≤ 1.000.000 ![]()
§ x ≥ 0
§ y ≥ 0
Diagramnya:
Titik ekstrim:
§ A(0, 400) bukan optimum karena tidak ada apel
§ C(250, 0) bukan optimum karena tidak ada pisang
§ dengan
metode eliminasi 2 persamaan diatas diperoleh:
Sehingga jumlah masimum:
§ Apel: 150 kg
§ Pisang: 250 kg
Contoh Soal 4
Himpunan penyelesaian
sistem pertidaksamaan
5x + y ≥ 10
2x + y ≤ 8
y ≥ 2
ditunjukkan oleh
daerah . . .
Pembahasan 4 :
- Terlihat
pada gambar bahwa A adalah persamaan garis 5x + y = 10 titik potong dengan
sumbu x jika y = 0
x = 2 → titik (2,0)
titk potong dengan
sumbu y jika x = 0
y = 10 → titik (0,10)
daerah 5x + y ≥ 10 berada
pada garis persamaan tersebut dan di atas garis (I, II,III, V) —(a)
- B
adalah persamaan garis 2x + y = 8 titik potong dengan sumbu x jika y=0 x =
4 → (4,0)
titik potong dengan
sumbu y jika x = 0 y = 8 → (0,8)
daerah 2x + y ≤ 8
berada pada garis persamaan tersebut dan di bawah garis (III, V) ….(b)
- C
adalah garis y = 2
daerah di atas garis
y = 2 adalah I, II, III, IV …(b)
dari (a) , (b) dan
(c) :
- 1.
I II III V
- 2.
III V
- 3.
I II III IV
Yang memenuhi
ketiga-tiganya adalah daerah III
Contoh Soal 5
Seorang tukang roti
mempunyai bahan A,B dan C masing-masing sebanyak 160 kg, 110 kg dan 150 kg.
- Roti
I memerlukan 2 kg bahan A, 1 kg bahan B dan 1 Kg bahan C
- Roti
II memerlukan 1 kg bahan A, 2 kg bahan B dan 3 Kg bahan C
Sebuah roti I dijual
dengan harga Rp.30.000 dan sebuah roti II dijual dengan harga Rp.50.000,
pendapatan maksimum yang dpat diperoleh tukang roti tersebut adalah…
Pembahasan 5 :
Buat persamaan :
Misal roti I = x dan
roti II = y didapat persamaan sbb:
2x + y ≤ 160 …..(1)
x + 2y ≤ 110 …..(2)
x + 3y ≤ 150 ….(3)
buat sketsa
grafiknya:
“Sketsa grafik
diperlukan untuk melihat daerah himpunan penyelesaian dan titik-titik ekstrim,
dibutuhkan skala yang tepat untuk mendapatkan grafik yang optimum (benar atau
mendekati kebenaran) untuk memudahkan penyelesaian”
Daerah yang diarsir
adalah himpunan penyelesaian dari tiga grafik tsb. Didapat 4 titik ekstrim
yaitu (0,50), (80,0), titik A dan titik B
perpotongan (1) dan (2) →titik B
Contoh Soal 6
Daerah yang
diarsir merupakan himpunan penyelesaian dari sistem pertidaksamaan
linear…
Pembahasan 6 :
karena daerah arsiran
dibawah persamaan garis maka
x + 2y ≤ 8 ….(2)
Arsiran di atas sumbu
x dan di kanan sumbu y maka x ≥ 0 dan y≥ 0 ….(3) dan (4)
sehingga daerah
penyelesaiannya adalah:
(1), (2), (3) dan (4)
3x + 2y ≤ 12, x + 2y
≤ 8 dan x≥ 0, y≥ 0
Contoh Soal 7
Luas
daerah parkir 360 m2. Luas rata-rata sebuah mobil 6 m2 dan luas rata – rata
bus 24 m2. Daerah parkir tersebut
dapat memuat paling banyak 30 kendaraan roda empat (mobil dan bus). Jika tarif
parkir mobil Rp2.000,00 dan tarif parkir bus Rp5.000,00 maka pendapatan
terbesar yang dapat diperoleh adalah …
x = banyak mobil
y = banyak bus
Pembahasan 7 :
Perhatikan tabel di
bawah!
Diperoleh dua persamaan:
§ x + y ≤ 30
§ 6x + 24y ≤ 360 → x + 4y ≤ 60
Menentukan daerah yang
memenuhi pertidaksamaan:
Akan ditentukan nilai
maksimum dengan metode titik sudut.
Titik koordinat O, A,
dan C dapat diperoleh dengan melihat gambar, yaitu O(0,0), A(0, 15), dan
C(30,0). Untuk koordinat B dapat diperoleh dengan menggunakan eliminasi dan
substitusi.
Substitusi nilai y = 10
pada persamaan x + y = 30 untuk mendapatkan nilai x.
x + y = 30
x + 10 = 30
x = 30 – 10 = 20
Koordinat titik B adalah
(20, 10)
Perhitungan keuntungan
maksimal yang dapat diperoleh:
Contoh Soal 8
Biaya produksi satu buah
payung jenis A adalah Rp20.000,00 per buah, sedangkan biaya satu buah produksi
payung jenis B adalah Rp30.000,00. Seorang pengusaha akan membuat payung A
dengan jumlah tidak kurang dari 40 buah. Sedangkan banyaknya payung jenis B
yang akan diproduksi minimal adalah dari 50 buah. Jumlah maksimal produksi
kedua payung tersebut adalah 100 buah. Biaya minimum yang dikeluarkan untuk
melakukan produksi kedua payung sesuai ketentuan tersebut adalah ….
Pembahasan 8 :
Pemisalan:
§ x = banyak payung A
§ y = banyak payung B
Model matematika dari
permasalahan tersebut adalah:
Fungsi tujuan:
meminimumkan f(x,y) = 20.000x + 30.000y
Fungsi kendala:
§ x ≥ 40
§ y ≥ 50
§ x + y ≤ 100
Daerah penyelesaian yang
memenuhi permasalahan:
Nilai minimum akan
diperoleh melalui titik koordinat yang dilalui garis selidik yang pertama kali,
yaitu titik A(40, 50).
Sehingga, biaya produksi
minimum adalah
f(40,50) = 20.000(40) +
30.000(50)
f(40,50) = 800.000 + 1.500.000
f(40,50) = 2.300.000
Tidak ada komentar:
Posting Komentar